admin

akun ini adalah admin resmi knti.or.id

Apakah Nelayan Hanya Melaut?

Dayah Edisi 1/ Oktober 2021 Siapakah Nelayan, apakah perempuan tidak berhak menyandang profesi nelayan?”. Pertanyaan ini mengawali topik pertama edisi perdana buletin Dayah. KPPI bermaksud mengoreksi narasi yang kurang tepat dan berpotensi melanggengkan kekerasan berbasis gender, yang menganggap nelayan hanyalah laki-laki dan kegiatannya hanya di tengah laut. Seperti yang disebut UU No. 7/2016 tentang Perlindungan […]

Apakah Nelayan Hanya Melaut? Read More »

Suara Perempuan Pesisir

Sangkepan Perempuan Pesisir, 27 Sept 2021

Mampukah Undang-Undang Perlindungan Nelayan Melindungi Perempuan Nelayan, Keluarga dan Lingkungannya? Sangkepan Perempuan Pesisir adalah diskusi tematik dan bergilir oleh, dari dan untuk KPPI. Edisi Perdana ini diselenggarakan bersama dengan KNTI dan mendiskusikan topik “Apa saja perangkat kebijakan yang Melindungi Perempuan Nelayan dan Bagaimana cara memanfaatkan itu?”. Tuan rumah pertemuan adalah KPPI Surabaya. Narasumber dan materinya:

Sangkepan Perempuan Pesisir, 27 Sept 2021 Read More »

Sangkepan

Baku Dapa Kemerdekaan, 29 Agustus 2021

Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) merupakan Badan Otonom bagian dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) yang didirikan 5 Juli 2020. Pada 2021 KPPI berada di Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dalam rangka konsolidasi anggota, silaturahmi dan merayakan kemerdekaan, kami mengundang perempuan nelayan untuk pada: Minggu, 29 Agustus jam

Baku Dapa Kemerdekaan, 29 Agustus 2021 Read More »

Sangkepan

Pendaftaran Kartu KUSUKA

Perempuan nelayan merupakan salah satu pelaku utama sektor perikanan dan kelautan. Oleh karenanya pendataan perempuan nelayan menjadi penting dan mendesak dilakukan untuk mengetahui kondisi perempuan nelayan dan memampukan perempuan mengakses layanan pemerintah melalui kartu KUSUKA. KPPI menginstruksikan kepada semua anggota untuk: Segera mendaftar dan mendapatkan kartu KUSUKA secara mandiri melalui aplikasi Pilar KKP dengan Langkah

Pendaftaran Kartu KUSUKA Read More »

Lembar Informasi, Serba Serbi

KPPI Medan

Pembentukan KPPI Medan berawal dari keikutsertaan Nilawati dalam kegiatan KNTI. Keikutsertaan ini membuatnya sadar pentingnya perempuan dalam daur pekerjaan nelayan. Dari pelatihan yang ia ikuti, ia sadar bahwa nelayan bukan hanya laki-laki. Meskipun baru dibentuk, namun KPPI Medan menjadi salah satu yang terdepan dalam memasyarakatkan kartu KUSUKA. Pendataan perempuan nelayan melalui kartu KUSUKA ini merupakan

KPPI Medan Read More »

KPPI

KPPI Lombok Timur

KPPI Lombok terbentuk pada 21 Januari 2021. Berawal dari kegiatan KNTI yang sedang membahas BBM bersubsidi dan daur pekerjaan nelayan serta petani tambak garam yang didominasi oleh perempuan. Saat itu sekelompok perempuan yang dikoordinasi Sri Wahyu seorang petani tambak garam berdiskusi tentang persoalan yang dihadapi para perempuan pesisir di Lombok timur.  Saat ini KPPI Lombok

KPPI Lombok Timur Read More »

KPPI

KPPI Gresik

Meski awalnya KPPI belum terbentuk secara resmi pada 2017, namun perempuan nelayan di Pangkah dan Banyu Urip Gresik secara rutin telah melakukan pertemuan dan berkegiatan bersama. Beranggotakan 15 orang dengan Anggun Cipta Indah sebagai penggerak. Mereka mengadakan pertemuan rutin bulanan untuk mempererat persaudaraan dan membahas persoalan yang dihadapi perempuan nelayan dan gagasan-gagasan baru kegiatan. Beragam

KPPI Gresik Read More »

KPPI

KPPI Surabaya

KPPI Surabaya terbentuk sejak 2015 dengan dipelopori oleh Jihan, perempuan nelayan pesisir Nambangan Surabaya. Meski awalnya KPPI belum terbentuk secara resmi, namun para perempuan nelayan sudah ada yang bergabung dengan KNTI. Beranggotakan 40 orang dengan 15 penggerak dalam pengurusan KPPI. Koperasi Bahari 64 adalah prestasi penting KPPI Surabaya. Koperasi ini menjadi penyokong finansial dan kegotong

KPPI Surabaya Read More »

KPPI

KPPI Semarang

KPPI Semarang terbentuk pada 21 Maret 2019 dengan penggerak ibu Suntiah, perempuan nelayan asal Tanjung Mas. Meski awalnya belum terbentuk KPPI, para perempuan nelayan sering berkumpul dan melakukan kegiatan bersama. Beranggotakan 30 orang, KPPI Semarang sangat aktif melakukan pelatihan hasil laut, pengolahan limbah sampah, giat UMKM dan program inovatifnya adalah  ’Pasar Krempyeng Barter Sampah’ Para

KPPI Semarang Read More »

KPPI

Sejarah KPPI

Di Indonesia, hanya nelayan laki-laki yang diakui keberadaannya oleh negara. Sistem patriarki di di negeri ini telah melahirkan kebijakan negara yang menghilangkan eksistensi perempuan nelayan. Eksistensi dan ruang hidup Nelayan didefinisikan secara sempit, seperti yang tercantum pada Undang Undang (UU) No.17 Tahun 2016  tentang Nelayan. Kerja-kerja nelayan hanya sebatas wilayah tengah laut, sehingga membentuk identitas

Sejarah KPPI Read More »

KPPI
Scroll to Top