KPPI Lombok Timur

Dodol rumput laut, salah satu olahan hasil laut dari perempuan nelayan Lombok Timur (foto : Ulfa KPPI Lombok Timur)

KPPI Lombok terbentuk pada 21 Januari 2021. Berawal dari kegiatan KNTI yang sedang membahas BBM bersubsidi dan daur pekerjaan nelayan serta petani tambak garam yang didominasi oleh perempuan. Saat itu sekelompok perempuan yang dikoordinasi Sri Wahyu seorang petani tambak garam berdiskusi tentang persoalan yang dihadapi para perempuan pesisir di Lombok timur. 

Saat ini KPPI Lombok beranggotakan 25 orang. Mereka bergerak bersama untuk meningkatkan perekonomian di daerah pesisir. Berbagai olahan hasil laut mereka jual seperti kerupuk cangkang kepiting, kerupuk cumi, pembuatan terasi, pembuatan dodol rumput laut dan pengemasan garam yang beryodium. Mereka berharap dengan adanya KPPI persoalan yang menimpa para perempuan, seperti pernikahan dini, pengangguran, tingginya kasus perceraian, banyaknya perempuan yang menjadi TKW, serta marginalisasi perempuan nelayan dapat terselesaikan. Mereka terus berupaya agar perekonomian para nelayan dapat meningkat sehingga terciptanya kemandirian ekonomi serta  dapat hidup selaras dan adil gender. 

Aktivitas petani tambak garam mengisi garam masuk ke gudang di desa Jerowaru Lombok timur (foto : Sri KPPI Lombok Timur)