Dampak Penghapusan Premium Bagi Nelayan Kecil
Dampak Penghapusan Premium Bagi Nelayan Kecil Read More »
INFOGRAFIS, SIARAN PERSMerespon adanya kelangkaan BBM untuk Nelayan, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) melakukan survei di 11 Provinsi. Hasil survei menunjukan bahwa BBM baik solar maupun pertalite mengalami kelangkaan, sehingga hal ini menyebabkan mayoritas nelayan berhenti melaut. Akses Nelayan Kecil terhadap BBM terlebih itu BBM Bersubsidi, memang tergolong belum begitu lancar pendistribusiannya sejak lama. Alhasil, kelangkaan yang
Kelangkaan BBM Bagi Nelayan Kecil Read More »
INFOGRAFIS, SIARAN PERSMenteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia pada 24 Mei 2021 telah menandatangani Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang pengelolaan lobster (panulirus spp.), kepiting (scylla spp.), dan rajungan (portunus spp.) di wilayah Negara Republik Indonesia. Permen KP ini kemudian diundangkan pada tanggal 4 Juni 2021. Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Nelayan
Siaran PersMengadu ke KSP, Nelayan Keluhkan Sulit Akses BBM Bersubsidi Jakarta, 19 Agustus 2020. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam KUSUKA (Koalisi Ketahanan Usaha Perikanan Nelayan), diantaranya FITRA, Perkumpulan Inisiatif, Kota Kita dan International Budget Partnership Indonesia dan perwakilan nelayan dari beberapa daerah melakukan audiensi dengan Kedeputian 1 Kantor
Mengadu ke KSP, Nelayan Keluhkan Sulit Akses BBM Bersubsidi Read More »
SIARAN PERSKNTI dan SPI berinisiatif untuk mengadakan diskusi ini karena kami sebagai organisasi petani dan nelayan merupakan “tulang punggung” produsen pangan. Sehingga perlu adanya langkah-langkah yang disiapkan bersama pemerintah dalam mengatasi isu pangan di tengah pandemik.
Kedaulatan Pangan Sebagai Solusi Pandemi Covid-19 Read More »
SIARAN PERSSayangnya, meluasnya penyebaran Covid-19 belum diiringi kesadaran dan pengetahuan nelayan dan masyarakat pesisir mengenai dampak yang akan ditimbulkan. Penyebar-luasan informasi dan edukasi dari pemerintah juga dirasa belum optimal di lapangan. Banyak warga yang masih bingung dan tidak memahami maksud dari kebijakan pemerintah, misalnya pelaksanaan physical distancing atau pelarangan melaut di pagi atau siang hari yang
Kondisi Sosial-Ekonomi Nelayan dan Pembudidaya di Masa Pandemi Covid-19 Read More »
SIARAN PERSSebagian besar daerah melaporkan terjadi penurunan harga ikan secara signifikan. Penjualan hasil tangkapan juga menjadi kendala besar saat ini, dikarenakan banyak pengepul ikan tidak melayani atau setidaknya membatasi pembelian ikan dari nelayan/pembudidaya. Kondisi ini menyebabkan banyak nelayan dan pembudiaya yang kewalahan untuk menjual hasil tangkapan, apalagi negara tujuan ekspor perikanan Indonesia juga sedang “menutup diri”.
Analisis Dampak Covid-19 Terhadap Kehidupan Sosial-ekonomi Nelayan dan Pembudidaya Read More »
SIARAN PERSPertama, Sumber daya laut yang kaya di Indonesia, menjadikan negara ini sebagai penghasil ikan terbesar kedua di dunia dan peringkat keempat di dunia untuk produksi komoditas budidaya. Di Indonesia, produk perikanan menyediakan 54 persen dari seluruh protein hewani yang dikonsumsi. Secara keseluruhan, sektor perikanan tangkap diperkirakan menyediakan lapangan kerja langsung lebih dari enam juta orang
KNTI memandang arahan presiden seharusnya juga memberikan perhatian lebih untuk menjawab situasi terkini yang dihadapi oleh nelayan kecil dan tradisional, khususnya mengantisipasi pelemahan ekonomi dan dampak dari penyebaran Covid-19 terhadap ekonomi nelayan kecil serta pelaku usaha perikanan lainnya. “Skenario kebijakan kelautan dan perikanan jangka pendek dan menengah perlu segera disusun pemerintah, baik di tingkat pusat