CERITA NELAYAN TRADISIONAL; Mengatasi Isu Perubahan Iklim dan Perampasan Ruang Laut

Komunitas nelayan adalah kelompok orang yang bermata pencarian dari hasil laut dan tinggal di desa-desa laut atau pesisir. Kehidupannya yang bersinggungan dan sangat bergantung pada laut membuat komunitas nelayan menjadi kelompok yang rentan.

Dinamika yang terjadi di laut seperti tidak menentunya cuaca akibat perubahan iklim membuat nelayan menjadi rugi. Jika dalam setahun mereka dapat bekerja selama 240 hingga 300 hari per tahun, kini menjadi hanya berkisar 160 hingga 180 hari pertahun. Selain itu, adanya regulasi-regulasi yang tidak memihak kepada mereka atau meminggirkan mereka sebagai produsen pangan disektor maritim, membuat mereka berada dalam keadaan tertekan.

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), merupakan organisasi masyarakat berbasis nelayan kecil dan tradisional di Indonesia memiliki keanggotaan yang tersebar dilebih dari 30 daerah membuatnya memiliki cerita terkait kehidupan nelayan yang beranekaragam. Cerita-cerita tersebut sebagain tertulis dalam buku ini. Buku ini pun akan menjadi buku awal untuk menceritakan segala hal terkait perikanan di Indonesia.

Para anggota dan pengurus KNTI di semua daerah yang tidak kenal lelah dan penuh semangat untuk memperjuangkan pemenuhan kesejahteraan dan hak- hak nelayan sebagaimana tertuang dalam Undang- Undang Nomor   7   Tahun   2016   Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam yang juga selaras dengan instrumen internasional, yakni Pedoman Sukarela untuk Mewujudkan Perikanan Skala Kecil Berkelanjutan dalam Konteks Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan yang dikeluarkan oleh FAO pada 2014.

Salam Adil Bahari.