Sangkepan Perempuan Pesisir II (Mewujudkan kedaulatan ekonomi perempuan nelayan)

Tema sangkepan perempuan pesisir yang kedua adalah “Mewujudkan kedaulatan ekonomi perempuan nelayan”dengan narasumber Misbah Ismafiah dari Gema Palu Lumajang, Ari Soeharso dari petambak udang KNTI Lampung dan Sariah dari KPPI Indramayu sebagai perwakilan tuan rumah. Sangkepan ke-2 berlangsung seru dengan 30 peserta yang ikut berpartisipasi. Temanya menarik membuat peserta antusias bertanya. Dari sangkepan ke-2, ada 13 catatan yang menurut kami penting, diantaranya: 

  1. Daulat ekonomi perempuan perlu dibangun untuk diri dan komunitasnya. Karena posisi perempuan kelompok yang rentan sehingga perempuan perlu diorganisir karena pengorganisasian perempuan sebagai upaya membangun identitas perempuan. Untuk itu perempuan perlu berdaya, bagaimana perempuan bisa berdaya?
  • Perempuan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan
  • Perempuan harus memiliki akses permodalan dan kuasa atas pengelolaan ekonomi. Selama ini perempuan tidak memiliki kuasa atas ekonominya, karena tidak ada ruang bagi perempuan dalam pengambilan keputusan untuk dirinya dan komunitasnya terutama dalam merumuskan apa yang menjadi kebutuhan perempuan secara spesifik dan khusus. 
  • Harus memiliki dukungan jaringan, seperti jaringan pasar  harus ada kolaborasi
  1. Menggali kebutuhan dasar perempuan dalam kehidupan sehari-hari  adalah hal yang wajib dilakukan, seperti kebutuhan pokok. Maka koperasi menyediakan bahan-bahan yang menjadi kebutuhan pokok anggota yang diorganisir diorganisir  secara berkelompok . proses pemenuhan pokok itu difasilitasi langsung oleh kelompok itu sendiri . Jadi proses dalam penguatan ekonomi itu melalui pengaorganisasian berdasrkan kebutuhan. Kebutuhan perempuan menjadi bias sehingga perlu dirumuskan kebutuhan spesifik perempuan nelayan dalam kontek ekonomi. Sehingga perempuan perlu melakukan perumusan kebutuhan spesifik .
  2.  Berkelompok bukan tujuan melainkan media dan bagaimana itu betul2 menjadi sarana. Dalam membagun koperasi  perempuan harus merumuskan apa sih alat produksi utama sehingga itu yag harus dikuatkan dalam proses membangun usaha dalam bentuk koperasi  , Perumusan kebutuhan ini,  akan melahirkan keswadayaan dan solidaritas. Kenapa keswadayaan dan gotong royong? Krn keswadayaan dan gotong royong itulah yang mampu mengangkat kita dari seluruh  persoalan-persoalan  ekonomi. Dan ketika persoalan ekonomi tidak mampu di perjuangkan maka secara politik kita akan menjadi lemah. Karena basis politik itu adalah persoalan ekonomi . sehingga menjadi perlu dalam organisasi atau koperasi merumuskan kebutuhan dan melahirkan kegiatan- kegiatan yang dilakukan secara bersolidaritas dan swadaya dengan rasa saling percaya dan keterbukaan.
  3. Tantangannya bagi perempuan untuk berdaya
  • perempuan tidak memiliki cukup waktu dimana selain kerja domestik dia juga melakukan kerja-kerja ekonomi untuk pemenuhan ekonomi keluarga. 
  • perempuan produktif  tetapi tidak punya akses permodalan atau kredit
  • Keterampilan dan pengetahuan rendah
  • Terjebak pada kehidupan yang konsumtif. Artinya bahwa Perempuan bisa menjalankan perannya dalam organisasi, ,bisa menjalankan peran reproduktif ,  perempuan harus bisa berperan produktif tidak terjebak dalam kehidupan yang konsumtif dan berdaulat atas tubuh dan pikirannya dan visi misi hidup perempuan. Karena itu peran website menjadi penting sebagai ruang bagi perempuan untuk menjadi dirinya sendiri
  • membangun aksi solidaritas dalam membangun kebutuhan bersama 
  1. Perempuan harus berkoperasi sebagai usaha membangun kekuatan ekonomi bersama dengan nilai-nilai berswadaya dan berkelompok melalui pengorganisasian dan pendidikan, jujur dan terpercaya. Berkoperasi bagian dari cara perempuan untuk melindungi secara ekonomi dari rentenir atau ijonisasi. Persoalan yang muncul,  perempuan lemah dalam mengakses perbankan. Kedua, membangun permodalan karena perempuan sering terjebak dalam sistem rentenir. Ketiga, membangun sistem gotong royong. Perempuan memenuhi kebutuhan sendiri dengan cara kolektif. 
  2. Yang harus dilakukan dalam membangun koperasi adalah:
  • Merumuskan kebutuhan bersama baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, seperti Simpanan hari tua, kesehatan kita dan keluarga, pemenuhan kebutuhan, pendidikan anak dan lain-lain. Makanya menjadi penting membangun kelompok-kelompok secara terorganisir dan terdidik
  • Membangun visi dan misi bersama.  Dalam sebuah koperasi harus ada tujuan  dan yang  ingin kita capai itu apa dalam berkoperasi yang dirumuskan secara  bersama 
  • Jujur dan terbuka
  1. Ada sistem kemitraan yang tidak seimbang antara petani tambak dan perusahaan. Mencoba menyatukan visi dan misi, kemandirian dan menghidupkan kembali semangat gotong royong. Dengan cara menyisihkan hasil panen sebagai modal untuk membangun koperasi sebagai sarana atau wadah untuk membangun ekonomi baru. Selain itu membangun infrastruktur dengan cara mengumpulkan uang per hasil panen petani tambak. 
  2. Secara prinsip, perlindungan sosial bisa dilakukan bersama melalui koperasi. Metodenya ada dana cadangan koperasi, modal bersama dan lain-lain. Ini bisa dilakukan apabila memiliki tiga hal, pengetahuan dan keterampilan, dukungan jaringan dan akses pada modal dan kuasa ekonomi, banyak perempuan bekerja tetapi tidak memiliki kuasa terhadap ekonominya dan mengambil keputusan. Karena kebutuhan perempuan lebih spesifik dan khusus.bisa dimasukkan dalam visi misi dalam organisasi 
  3. Lahir dengan sistem kemitraan yang rawan dari konflik, tidak mempunyai cadangan resiko ketika membangun kemitraan sehingga kemudian membangun sendiri-sendiri sehingga membuat permodalan tidak aman. Tidak ada nilai usaha yang maksimal ketika menjalankan itu. Sehingga membuat metode bagaimana bisa bangkit secara ekonomi yang sebetulnya sudah diwariskan para pendiri bangsa. Intinya bagaimana dengan ekonomi yang dibangun bisa berdaulat dan bermartabat. 
  4. Membuat inti plasma sebagai perusahaan besar yang kemudian bekerjasama dengan rakyat yang disebut mitranya. Perusahaan menyediakan modal dan petani tambak menyiapkan lahan. Kemudian ada bapak angkat atau tengkulak dengan metode beragam mulai dari bagi hasil, nanggung hutang 50%:50%, ada yang ambil poin di laut misalkan harga ikan kalau dijual sendiri 50 ribu oleh bapak angkat atau tengkulak di beli harga 45 ribu karena solar berhutang ke bapak angkat. 
  5. Metode mandiri yang sangat kecil dan tidak peduli dengan tetangganya , menggunakan modal sendiri, untung diambil sendiri, rugi ditanggung sendiri. Ini disebut individualism ekonomi. Kelemahan dari system ini ketika gagal panen yang terjadi, si petambak akan menanggung utang yang menumpuk dan menimbulkan kesenjangan sosial. 
  6. 10.Membangun kemandirian dengan ekonomi yang sangat lemah, dimulai dari usaha budidaya kemudian berkembang. Syarat utama masyarakat membentuk kluster untuk mengikat nilai-nilai persamaan dalam kelompok. Kemudian menekankan gotong royong, kemudian jujur dan saling percaya. Kluster dibentuk berbasis RW, saling gotong royong, modalnya dikumpulkan kemudian digunakan secara bergiliran. Tujuan membentuk ekonomi kerakyatan agar ketika gagal panen atau musim buruk misalkan ketika budidaya udang terjadi seperti yang diatas, modal habis, hutang menumpuk. Sehingga muncul upaya tolong menolong dan pemerataan.
  7. Ada perlawanan yang terorganisir p dilakukan oleh masyarakat dipasena terhadap ketidakadilan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan  besar, yang akhirnya bersepakat untuk membangun  usaha bersama dengan metode berkoperasi