admin

akun ini adalah admin resmi knti.or.id

KPPI Medan

Pembentukan KPPI Medan berawal dari keikutsertaan Nilawati dalam kegiatan KNTI. Keikutsertaan ini membuatnya sadar pentingnya perempuan dalam daur pekerjaan nelayan. Dari pelatihan yang ia ikuti, ia sadar bahwa nelayan bukan hanya laki-laki. Meskipun baru dibentuk, namun KPPI Medan menjadi salah satu yang terdepan dalam memasyarakatkan kartu KUSUKA. Pendataan perempuan nelayan melalui kartu KUSUKA ini merupakan […]

KPPI Medan Read More »

KPPI

KPPI Lombok Timur

KPPI Lombok terbentuk pada 21 Januari 2021. Berawal dari kegiatan KNTI yang sedang membahas BBM bersubsidi dan daur pekerjaan nelayan serta petani tambak garam yang didominasi oleh perempuan. Saat itu sekelompok perempuan yang dikoordinasi Sri Wahyu seorang petani tambak garam berdiskusi tentang persoalan yang dihadapi para perempuan pesisir di Lombok timur.  Saat ini KPPI Lombok

KPPI Lombok Timur Read More »

KPPI

KPPI Gresik

Meski awalnya KPPI belum terbentuk secara resmi pada 2017, namun perempuan nelayan di Pangkah dan Banyu Urip Gresik secara rutin telah melakukan pertemuan dan berkegiatan bersama. Beranggotakan 15 orang dengan Anggun Cipta Indah sebagai penggerak. Mereka mengadakan pertemuan rutin bulanan untuk mempererat persaudaraan dan membahas persoalan yang dihadapi perempuan nelayan dan gagasan-gagasan baru kegiatan. Beragam

KPPI Gresik Read More »

KPPI

KPPI Surabaya

KPPI Surabaya terbentuk sejak 2015 dengan dipelopori oleh Jihan, perempuan nelayan pesisir Nambangan Surabaya. Meski awalnya KPPI belum terbentuk secara resmi, namun para perempuan nelayan sudah ada yang bergabung dengan KNTI. Beranggotakan 40 orang dengan 15 penggerak dalam pengurusan KPPI. Koperasi Bahari 64 adalah prestasi penting KPPI Surabaya. Koperasi ini menjadi penyokong finansial dan kegotong

KPPI Surabaya Read More »

KPPI

KPPI Semarang

KPPI Semarang terbentuk pada 21 Maret 2019 dengan penggerak ibu Suntiah, perempuan nelayan asal Tanjung Mas. Meski awalnya belum terbentuk KPPI, para perempuan nelayan sering berkumpul dan melakukan kegiatan bersama. Beranggotakan 30 orang, KPPI Semarang sangat aktif melakukan pelatihan hasil laut, pengolahan limbah sampah, giat UMKM dan program inovatifnya adalah  ’Pasar Krempyeng Barter Sampah’ Para

KPPI Semarang Read More »

KPPI

Sejarah KPPI

Di Indonesia, hanya nelayan laki-laki yang diakui keberadaannya oleh negara. Sistem patriarki di di negeri ini telah melahirkan kebijakan negara yang menghilangkan eksistensi perempuan nelayan. Eksistensi dan ruang hidup Nelayan didefinisikan secara sempit, seperti yang tercantum pada Undang Undang (UU) No.17 Tahun 2016  tentang Nelayan. Kerja-kerja nelayan hanya sebatas wilayah tengah laut, sehingga membentuk identitas

Sejarah KPPI Read More »

KPPI

Pasca Larangan Ekspor Benih Lobster, KNTI Dorong Pemerintah Majukan Budidaya Lobster Rakyat

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia pada 24 Mei 2021 telah menandatangani Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang pengelolaan lobster (panulirus spp.), kepiting (scylla spp.), dan rajungan (portunus spp.) di wilayah Negara Republik Indonesia. Permen KP ini kemudian diundangkan pada tanggal 4 Juni 2021. Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Nelayan

Pasca Larangan Ekspor Benih Lobster, KNTI Dorong Pemerintah Majukan Budidaya Lobster Rakyat Read More »

OPINI, SIARAN PERS

Diskusi Publik Nasional dan Launching Hasil Survei KNTI Tentang Akses dan Ketersediaan BBM Bersubsidi bagi Nelayan Kecil

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) sebagai organisasi masyarakat yang menaungi pelaku usaha perikanan, termasuk diantaranya nelayan kecil, pengolah ikan dan pembudidaya ikan dan petambak garam, telah melakukan survei nelayan kecil melalui pemetaan parsitipatif di 25 daerah anggota KNTI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hasil survei tersebut dapat menggambarkan bagaimana kondisi sosial ekonomi nelayan. Hal

Diskusi Publik Nasional dan Launching Hasil Survei KNTI Tentang Akses dan Ketersediaan BBM Bersubsidi bagi Nelayan Kecil Read More »

PROGRAM KNTI

Pantai Wedi Ireng, Destinasi Wisata Yang Asri Berkat Tradisi Nelayan

Pantai Wedi Ireng dalam bahasa Jawa berarti Pasir Hitam, meski demikian sekarang pasirnya berwarna putih. Fenomena ini terjadi setelah adanya Tsunami pada 2 Juni 1994, selain peristiwa menarik ini nelayan kecil setempat juga memiliki tradisi yang menjadikan pantai tetap asri. Jadi wisatawan diharapkan untuk menghormati tradisi yang ada sebagai bagian dari menjaga nilai-nilai kearifan lokal,

Pantai Wedi Ireng, Destinasi Wisata Yang Asri Berkat Tradisi Nelayan Read More »

KABAR NELAYAN
Scroll to Top