Cuaca ekstrem masih menjadi ancaman serius bagi nelayan kecil di Indonesia. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mencatat sebanyak 95 persen desa pesisir terdampak kondisi cuaca buruk, sementara 63 persen nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan. Di tengah situasi tersebut, pemerintah melaporkan 19 Kampung Nelayan Merah Putih telah mulai beroperasi serta merencanakan pembangunan 1.500 kapal tangkap ikan mulai 2026. Namun, nelayan kecil masih menghadapi berbagai persoalan struktural, mulai dari keterbatasan akses BBM bersubsidi, kerusakan lingkungan pesisir, hingga pencemaran sampah laut yang menghambat aktivitas penangkapan ikan.
Baca selengkapnya di Buletin Cadik Nelayan



