OPINI

Perempuan Pesisir dan Sanitasi Air Bersih

Perempuan pesisir adalah kelompok marginal yang paling terkena dampak terhadap kurangnya akses sanitasi dan air bersih, selain kebutuhan kesehariannya dalam rumah tangga, perempuan juga lebih membutuhkan privasi saat buang air besar dan mandi dibandingkan laki-laki. Dalam sosial Masyarakat Perempuan juga dianggap sebagai pengguna utama, penyedia, pengelola air dan sanitasi rumah tangga. Namun realita yang ada […]

Perempuan Pesisir dan Sanitasi Air Bersih Read More »

KABAR NELAYAN, KPPI, OPINI, PUBLIKASI, Suara Perempuan Pesisir
tribun

Penenggelaman Kapal Asing

Oleh: M Riza Damanik Enam tahun lalu kapal Eka Sakti milik Sahring—nelayan asal Nusa Tenggara Timur—dibakar dan ditenggelamkan oleh Angkatan Laut Australia atas tuduhan melanggar Undang-Undang Pengelolaan Perikanan Australia 1991. Belakangan Pengadilan Federal Australia, 1 April 2014, mengeluarkan keputusan membebaskan Sahring dari sanksi dan mendapat ganti rugi 44.000 dollar Australia. Sayangnya, tidak ada reaksi apa

Penenggelaman Kapal Asing Read More »

OPINI, PUBLIKASI

Jalan Baru Tangkal Pencurian Ikan

Oleh: M RIZA DAMANIK Aksi pencurian ikan oleh kapal asing di perairan Indonesia masih marak terjadi dengan beragam modus dan jenis alat tangkap. Ikhtiar menyeluruh harus dilakukan agar penanganan kejahatan perikanan segera tuntas. M. Riza Damanik Aksi pencurian ikan oleh kapal asing di perairan Indonesia masih marak terjadi dengan beragam modus dan jenis alat tangkap.

Jalan Baru Tangkal Pencurian Ikan Read More »

OPINI, PUBLIKASI

Mengukur Kapal Ikan

Oleh: M Riza Damanik “Bener nanging ora pener” (Benar tetapi tidak tepat), begitu kelakar seorang nelayan asal Rembang, Jawa Tengah, mencermati perkembangan kebijakan perikanan Indonesia di era Poros Maritim. ”Bener” dianalogikan sebagai sebuah terobosan baik dan orisinal dari Kabinet Kerja untuk membenahi tata kelola perikanan nasional, termasuk prestasi mengungkap maraknya praktik pengurangan tonase kapal ikan.

Mengukur Kapal Ikan Read More »

OPINI, PUBLIKASI

CERITA NELAYAN TRADISIONAL; Mengatasi Isu Perubahan Iklim dan Perampasan Ruang Laut

Komunitas nelayan adalah kelompok orang yang bermata pencarian dari hasil laut dan tinggal di desa-desa laut atau pesisir. Kehidupannya yang bersinggungan dan sangat bergantung pada laut membuat komunitas nelayan menjadi kelompok yang rentan. Dinamika yang terjadi di laut seperti tidak menentunya cuaca akibat perubahan iklim membuat nelayan menjadi rugi. Jika dalam setahun mereka dapat bekerja

CERITA NELAYAN TRADISIONAL; Mengatasi Isu Perubahan Iklim dan Perampasan Ruang Laut Read More »

OPINI, PUBLIKASI

PERAMPASAN RUANG LAUT DAN MARJINALISASI NELAYAN

Kontestasi ruang di wilayah pesisir sering menempatkan warga pesisir, khususnya nelayan pada posisi marginal. Perampasan ruang untuk menguasai, mengontrol, memanfaatkan ruang laut dan sumber daya yang ada di dalamnya. Dilakukan lewat proses tata kelola yang tidak wajar, melemahkan keamanan atau kehidupan manusia dan berakibat pada penurunan kesejahteraan sosial serta memperparah kerusakan ekologi.  Hal tersebut bisa

PERAMPASAN RUANG LAUT DAN MARJINALISASI NELAYAN Read More »

OPINI, PUBLIKASI

NELAYAN TRADISIONAL MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM

Perubahan iklim adalah hal yang nyata. Dampaknya telah dirasakan oleh semua golongan tak terkecuali bagi Masyarakat pesisir dan Nelayan. Akibat perubahan iklim, nelayan kecil dan tradisional dihadapkan pada sejumlah permasalahan: Pertama, nelayan tidak dapat memperkirakan waktu dan lokasi penangkapan ikan; Kedua, tingginya risiko melaut akibat cuaca ekstrem. Hal ini menyebabkan nelayan harus menangkap ikan lebih

NELAYAN TRADISIONAL MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM Read More »

OPINI, PUBLIKASI

Pasca Larangan Ekspor Benih Lobster, KNTI Dorong Pemerintah Majukan Budidaya Lobster Rakyat

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia pada 24 Mei 2021 telah menandatangani Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang pengelolaan lobster (panulirus spp.), kepiting (scylla spp.), dan rajungan (portunus spp.) di wilayah Negara Republik Indonesia. Permen KP ini kemudian diundangkan pada tanggal 4 Juni 2021. Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Nelayan

Pasca Larangan Ekspor Benih Lobster, KNTI Dorong Pemerintah Majukan Budidaya Lobster Rakyat Read More »

OPINI, SIARAN PERS

Selamat Hari Koperasi ke-74 ; Berjuang, Maju dan Sejahtera Bersama

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) saat ini sudah membentuk 14 Koperasi Nelayan diberbagai daerah dengan berbagai jenis usaha, mulai dari wisata, penyedia barang, jasa dan simpan pinjam. Pengurus koperasinya merupakan nelayan, perempuan nelayan dan pemuda yang merupakan anak-anak nelayan, kantor-kantor koperasinya berada didekat sandar perahu nelayan sehingga memudahkan nelayan untuk berkoperasi. Semoga di Hari Koperasi

Selamat Hari Koperasi ke-74 ; Berjuang, Maju dan Sejahtera Bersama Read More »

OPINI
Scroll to Top