• knti@admin

Pekanbaru, (Antarariau.com) – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mengajak nelayan dan petambak Indonesia menyukseskan Pilpres 9 Juli 2014 dengan mencegah manipulasi suara.

Jadi, selain mencoblos, juga memastikan tidak terjadi kekerasan, penggiringan opini, hingga manipulasi rekapitulasi hasil-suara di kampung-kampung nelayan.

“Sebab Pemilu Presiden 9 Juli 2014  adalah pemilu dengan ongkos mahal, bahkan melebihi total APBN untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan di 2014 ini,” kata Sugeng Nugroho, Presidium KNTI, dalam surat elektroniknya diterima Antara Riau, Selasa.

Menurut dia, Dengan biaya sebesar itu, maka sudah seharusnya menjadi tanggungjawab semua pihak untuk memastikan hasil dari pemilu mendekati harapan nelayan.

Ia mengatakan,  ada lebih dari 10 ribu desa pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia membutuhkan dukungan dari seluruh pihak agar partisipasi nelayan dan petambak dalam Pemilu kali ini dapat maksimal tanpa ada kekerasan dan manipulasi suara.

Akan tetapi, katanya, karena  minimnya aksesibilitas informasi terhadap kampung-kampung nelayan di Indonesia, maka Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia telah menyediakan sms pelaporan kecurangan pilpres pada nomor  082217770002.

“Dengan instrumen ini diharapkan berbagai tindak kecurangan di level kampung segera dapat diketahui hingga ke Bawaslu,” kata Sugeng.

Sumber Berita : http://antarariau.com

Foto                     : FOTO ANTARA/Hisar Sitanggang

Leave a Comment