Menteri Kelautan Perikanan Ajak Perempuan Nelayan Tanam Mangrove dan Usaha Budidaya

Nilawati (Ketua Bidang Perempuan DPD KNTI Medan)

Masyarakat pesisir di Kampung Belawan Kota Medan menggantungkan hidupnya dari hasil laut, tidak hanya laki-laki para perempuanpun ikut serta menjadi nelayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para perempuan biasanya mencari kerang dipinggi pantai dengan “meraba-raba”, di pagi hari kadang hingga sore hari. Namun saat ini kegiatan mereka terancam tersisihkan karena keberadaan alat tangkap Cakar (Garuk) dan Pukat Layang yang beroperasi diwilayah perempuan nelayan pencari kerang pada malam hari. Ketua Bidang Perempuan DPD KNTI Medan, Nilawati menyampiakan permasalah ini kepada Menteri Kelauatan Perikanan, Selasa (23/02/2021).

“Selain pandemic yang mengakibatkan berkurangnya permintaan kerang dari pabrik, nelayan perempuan juga tersisihkan dengan keberadaan nelayan Cakar dan Pukat Layang.” Terang Nilawati

Dalam Pertemuan, Nilawati menyampaikan, bahwa perempuan nelayan seluruh Indonesia mengharapkan perhatian dari pemerintah terutama dari Kementerian Kelautan Perikanan.

“Perempuan-perempuan nelayan ingin diperhatikan oleh bapak Menteri, kami harapkan adanya pemberdayaan seperti diadakan pelatihan dan pemberian modal awal, agar perempuan nelayan sejahtera.” Ujar Nilawati

Lanjut Nilawati, Menteri KP merespon dengan baik apa yang di sampaikannya, serta berharap perempuan nelayan bisa aktif menanam mangrove agar kedepan bisa menjadi pengolah mangrove dan memiliki usaha budaya seperti budidaya kepiting atau lobster.

“KKP berdasarkan arahan Menteri KP kepada Dirjen akan membuat program untuk para perempuan nelayan KNTI agar menjadi sejahtera dan berdaya.” Tutup Nila