KPPI Semarang

Pasar krempyeng, program inovatif KPPI Semarang (foto:Syaif KNTI Semarang)

KPPI Semarang terbentuk pada 21 Maret 2019 dengan penggerak ibu Suntiah, perempuan nelayan asal Tanjung Mas. Meski awalnya belum terbentuk KPPI, para perempuan nelayan sering berkumpul dan melakukan kegiatan bersama. Beranggotakan 30 orang, KPPI Semarang sangat aktif melakukan pelatihan hasil laut, pengolahan limbah sampah, giat UMKM dan program inovatifnya adalah  ’Pasar Krempyeng Barter Sampah

Para perempuan pesisir punya mimpi besar untuk selalu berdaya dalam banyak bidang, terutama bidang  perekonomian dan pendidikan. Rendahnya  pendidikan perempuan pesisir dan nelayan mengakibatkan sulit mengakses informasi, sehingga rentan menjadi korban eksploitasi seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pernikahan dini, kekerasan terhadap anak di lingkungannya. Mereka berharap agar anak-anaknya kelak dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan perekonomian para nelayan dapat terangkat.